Diklat BTQ | MAN 1 MOJOKERTO

Diklat BTQ

Ikuti Diklat BTQ, Kelas Keagamaan Siap Laksanakan PPL

Kab. Mojokerto (MAN 1) – Menyambut tahun akademik semester genap MAN 1 Mojokerto menggulirkan Inovasi baru dalam program kelas keagamaan. Program tersebut adalah menerjunkan siswa jurusan agama untuk melaksanakan PPL ((Praktek Pengalaman Lapangan) di TPQ (taman Pendidikan Qur’an) atau majelis-majelis pengajian pembelajan Al Qur’an untuk anak-anak atau masyarakat disekitar madrasah atau di lingkungan sekitar tempat tinggal siswa. Dalam upaya mewujudkan program tersebut, MAN 1 Mojokerto mengadakan pendidikan dan pelatihan BTQ (baca Tulis Qur’an) di madrasah, Sabtu (15’12).  Sebanyak 190 siswa jurusan keagamaan mengikuti diklat dengan seksama mulai pagi sampai sore hari.
Dalam arahan sambutannya kepala madrasah H. Budi Prayitno menjelaskan bahwa program PPL bagi siswa jurusan Agama merupakan program yang masih baru, oleh karena itu dimohon para siswa mengikuti diklat dengan bersungguh-sungguh, program ini merupakan program yang berkelanjutan, persiapan dan keberhasilan PPL angkatan awal ini akan menentukan keberhasilan program selanjutnya. Meskipun nantinya hanya diterjunkan selama 2 minggu, pelaksanaan PPL akan dipantau dan didampingi oleh guru pembina, oleh karena itu harus selalu ada koordinasi dan komunikasi. Tujuan PPL ini akan memeberikan pengalaman bagi siswa untuk mengamalkan ilmunya sekaligus bekal pasca lulus dari madrasah.
Setiap program tentu memiliki tujuan yang ingin dicapai pada akhir pembalajarannya. Untuk mengukur seberapa tingkat keberhasilan dan ketercapaian dari tujuan itulah, maka evaluasi perlu dan penting untuk dilakukan. Tanpa evaluasi, bukan tidak mungkin sebuah program yang dicanangkan hanya berjalan ala kadarnya dan jauh dari tujuan yang diharapkan. Karena itulah perlu dilakukan evaluasi untuk semakin meningkatkan kualitas pembelajaran demi tercapainya tujuan yang diinginkan.
Dengan adanya evaluasi kekurangan dan kelebihan bisa terukur dengan baik. Bila ada kekurangan, tentu nantinya akan dibenahi hingga menjadi baik. Sebaliknya, bila ada kelebihan maka hal itu bisa dijadikan acuan untuk semakin meningkat dan lebih baik, bukan berhenti pada satu titik saja. Demikianlah program BTQ  ini tidak akan bisa sukses tanpa dukungan, komitmen dan keseriusan dari semua pihak yang terkait. Karenanya harapannya mudah – mudahan program BTQ dan madin ini bisa sukses untuk menyiapkan generasi qur’ani dan mumpuni dalam bidang ilmu keislaman, khususnya Islam ‘ala Ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah.
Dua orang nara sumber yakni ustadz Khoiruddin dan ustadz Mukhiyiddin melatih para siswa dengan menggunakan metode FTL (Follow The Line), yakni menebalkan cetakan abjad-abjad ayat-ayat Al Qur’an yang masih transparan.  Menurutnya kebiasaan untuk menebalkan abjad-abjad tersebut akan membantu siswa untuk mempermudah belajar Al Qur’an. Aktivitas WA (Writting Al qur’an) tersebut dapat dilakukan kapanpun, dengan menulis berati juga membaca, dan InsyaaAlloh akan memperoleh hidayah dari abjad-abjad yang ditebalkan. Ustadz Mukhiyiddin juga menekankan kefasihan dalam membaca Al Qur’an, karena setiap bacaan itu memiliki arti, jika bacaannya salah maka maknanya juga akan salah.  (bung)

man 1 mojokerto

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 Comments:

Post a Comment